• Menarik Dibaca

    Kamis, 05 Januari 2017

    Tanggalan Jawa Bulan April 2017 Hari Ini Secara Online

    Advertisement
    Advertisement
    Tanggalan Jawa atau kalender jawa merupakan sistem dari penanggalan yang dahulunya dipakai oleh Kesultanan Mataran dan para kerajaan dibawahnya yang telah dipengaruhinya. Sistem tanggalan jawa ini ternyata mempunyai keistimewaan tersendiri karena berpadu antara sistem tanggalan islam, hindu dan dari barat. Sistem tanggalan jawa menggunakan dua siklus hari, yaitu siklus mingguan yang mana siklus ini terdapat tujuh hari didalamnya (Hari ahad sampai sabtu), dan siklus yang kedua adalah siklus pekan pancawara, siklus ini terdapat 5 hari pasaran.

    Dulu ketika tahun 1625 M. Sultan Agung dari mataram berusaha sekuat tenaga agar dapat menyebarkan Agama Islam di pulau jawa, dan upaya yang dilakukan adalah salahsatunya melakukan inovasi terhadap penanggalan Saka yang menggunakan matahari sebagai sistem penanggalannya dan diganti dengan sistem kalender komariah atau lunar (sistem perputaran bulan). Yang menjadi unik disini bahwa penanggalan saka masih digunakan dam malah tidak menggunakan pertanggalan hijriyah. Kesemuanya ini dilakukan untuk kesinambungan bersama, dan pada tahun 1547 saka ini kemudian diganti menjadi Jawa pada tahun 1547.
    Tanggalan Jawa Penjelasan diatas merupakan sekelumit sejarah dari adanya sistem penanggalan jawa yang telah digunakan sampai sekarang ini, Nah untuk kamu yang sedang mencari informasi tentang Tanggalan Jawa 2017 Online Hari Ini pada bulan Januari  ini bisa kamu simak langsung dibawah ini.
    Masyarakat jawa sebelum islam telah mengetahui tentang pekan yang yang memiliki lama tidak cuma 7 hari saja, melainkan 10 hari. Dan pekan ini dinamai dengan nama-nama seperti dwiwara, triwara, caturwara, paƱcawara (pancawara), sadwara, saptawara, astawara dan sangawara. Pada saat sekarang ini hanya pekan 5 hari dan 7 hari saja yang digunakan karena terjadi pergeseran dari pekan-pekan lainnya.

    Pekan yang terdiri dari 5 hari ini diantaranya.

    • Legi
    • Pahing
    • Pon
    • Wage
    • Kliwon

    Hari-hari pasaran sebagai berikut

    • Kliwon bermakna Asih yang melambangkan jumeneng (berdiri).
    • Legi bermakna Manis yang melambangkan mungkur (berbalik arah kebelakang).
    • Pahing bermakna Pahit yang melambangkan madep (menghadap).
    • Pon bermakna Petak yang melambangkan sare (tidur).
    • Wage bermakna Cemeng yang melambangkan lenggah (duduk).

    Dibawah ini pekan bulan dalam sistem penanggalan.

    • Pada tanggal 1 dalam bulan Jawa, biasanya bulan akan kelihatan sangat kecil dan hanya seperti garis saja, ini disebut dengan seorang bayi yang baru lahir, yang seterusnya akan menjadi lebih besar dan lebih terang.
    • Pada tanggal 14 dalam bulan Jawa disebut dengan purnama sidhi, maknanya adalah bulan penuh melambangkan dewasa yang telah bersuami istri.
    • Pada tanggal 15 dalam bulan Jawa disebut dengan purnama, biasanya terlihat penuh tetapi sudah ada tanda ukuran dan cahayanya sedikit berkurang.
    • Pada tanggal 20 dalam bulan Jawa disebut dengan panglong, disini orang sudah mulai kehilangan daya ingatannya.
    • Pada tanggal 25 dalam bulan Jawa disebut dengan sumurup, orang sudah mulai diurus hidupnya oleh orang lain kembali seperti bayi layaknya.
    • Pada tanggal 26 dalam bulan Jawa disebut dengan manjing, di mana hidup manusia kembali ketempat asalnya menjadi rijal lagi.
    • Sisa hari sebanyak empat atau lima hari melambangkan saat di mana rijal akan mulai dilahirkan kembali kekehidupan dunia yang baru.
    Mungkin itulah yang bisa kami sampaikan terkait dengan tanggalan jawa 2017 yang dapat kamu lihat langsung dan kamu tahu tentang bagaimana sejarahnya, dan tidak hanya itu karna diatas juga dijelaskan mengenai pembagian dan istilah weton jawa juga. Semoga ulasan diatas dapat bermanfaat untuk kamu semua. Terimakasih
    Advertisement

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar

    Ucapan Terimakasih

    Terima Kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan, sholawat dan salam terucap untuk Nabi besar Muhammad SAW. Terima kasih kepada kedua orang tua yang sudah mendukung juga keluarga besar serta teman-teman semua. Terima kasih kepada Google dan juga Sharing Informasi + Jeparadise Blog + komunitas Nur Huda + Jeparadise Blog, semoga ilmu yang ada diweb ini bermanfaat untuk semuanya.

    Download