• Menarik Dibaca

    Rabu, 04 Januari 2017

    Puisi Perpisahan Celotehan Pena

    Advertisement
    Advertisement
    Puisi Perpisahan Celotehan Pena - Pada kesempatan yang sangat bagus ini, kami akan memposting sebuah artikel yang berjudul Puisi Perpisahan Patah Hati, namun sebelum itu kami juga telah menerbitkan sebuah puisi yang berjudul Puisi Perpisahan Guru dan Puisi Perpisahan Sahabat Hati. Nah jika kamu ingin membaca seputar Puisi Perpisahan Patah Hati, silahkan baca dibawah ini.

    CELOTEHAN PENA
    Oleh Thiany Sii Grey Cappucino
    Dalam puing-puing dedaunan.
    Terbawa lamunan nan jauh ke sukma , menebar harum dalam setiap makna.
    Jauh ku arungi arti dari sebuah perjumpaan , dalam butiran do’a.
    Mencoba untuk bangkit dan terus melangkah tuk mencarinya__sebuah perjumpaan.
    Denyut nadi tak bisa berhenti.
    Berhenti dalam goresan dan peluh rasa ingin tahu.
    Dari sebuah titik menjelmalah menjadi garis yang berlalu-lalang.
    Itulah seumpamanya.
    Berawal dari sebuah perjumpaan yang berkembang menjadi kebersamaan,
    Yap...lebih tepatnya sebuah keakraban.
    Lajur kehidupan memang di takdirkan untuk berputar , begitu pula alur cerita ini__perjumpaan.
    Sekian Lama tinggal di bukit suka.
    Kini aku terjatuh , jatuh ke dalam lembah duka yang penuh kesakitan.
    Dari rasa sakit aku mencoba tepis rasa yang tak bersahabat itu__duka dan sakit.
    Tertatih , tapi bukan seras pedih
    Selayaknya mentari yang selalu menyinari , aku masih terus berfikir.
    Akankah sebuah perjumpaan akan menemui sebuah perpisahan ??
    Suara hati mengerutkan fikiranku untuk terus berlalu membawa angan.
    Malam berlalu.......
    Angin pun ikut terbawa oleh suasana hatiku , angin bagaikan bahagiaku.
    Tatkala suara petir membentak jantungku menghentikan serasa denyut nadi ini,petir bagaikan dukaku.
    Hingga petir menurunkan titahnya pada hujan yang turun , hujan bagaikan tangisanku.
    Bagian dari suasana hatiku.
    Hujan berhenti.....Tahukah kau bintang....?
    Tersadar akan ini , tak perlu terluka dalam nestapa , bahagiaku dengan manja.
    Aku merasa cukup dengan semua itu__perjumpaan dan keakraban.
    Walau manakala kata “perpisahan” mengglegar di telingaku , aku mencoba tuk tetap tersenyum walau dalam paksaan.
    Namun,,,,Kini ku menyadari...
    Di dunia ini.........
    Sebuah perjumpaan sangatlah mustahil tuk tetap abadi,
    Begitu pula sebaliknya...
    Sebuah perpisahan juga sangat mustahil tuk tetap abadi.
    Awal adalah akhir Dan akhir adalah awal .
    Semua yang berawal adalah akhir Dan semua yang berakhir adalah awal
    Thank’s a lot!!
    Karna dirimu aku tahu apa itu arti dari sebuah
    Perjumpaan__keakraban__dan p

    Demikianlah puisi perpisahan yang telah ditulis oleh seorang sahabat yang bernama Thiany Sii Grey Cappucino dengan judul Celotehan Pena. Silahkan disimak yah.

    Sebagai Ucapan Terimakasih, Dimohon Bantuannya Untuk Mengembangkan Blog Ini Dengan Download Aplikasi Android Ini. Terimakasih Banyak

    Advertisement

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Ucapan Terimakasih

    Terima Kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan, sholawat dan salam terucap untuk Nabi besar Muhammad SAW. Terima kasih kepada kedua orang tua yang sudah mendukung juga keluarga besar serta teman-teman semua. Terima kasih kepada Google dan juga Sharing Informasi + Jeparadise Blog + komunitas Nur Huda + Jeparadise Blog, semoga ilmu yang ada diweb ini bermanfaat untuk semuanya.

    Download