• Menarik Dibaca

    Rabu, 04 Januari 2017

    Cerita Asal Usul Gunung Kelud dan Sejarahnya

    Advertisement
    Advertisement
    Jika anda pernah berkunjung ke daerah Blitar atau tepatnya di kabupaten Kediri tentu anda sudah sangat tidak asing lagi dengan gunung yang satu ini, ya Gunung Kelud merupakan salah satu gunung berapi aktif yang memiliki ketinggian kurang lebih 9000 meter diatas permukaan laut, selain dikenal sangat indah juga Gunung kelud ini sering dijadikan sebagai tempat observasi oleh para Ilmuwan lokal dan juga Ilmuwan Mancanegara.

    Secara administratif gunung kelud ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang, kira-kira 27 km sebelah timur pusat Kota Kediri, selain dikenal sangat Indah juga Gunung kelud ini ternyata memiliki mitos yang menceritakan mengenai asal usulnya, nah berikut cerita rakyat mengenai Asal Usul Gunung Kelud yang kami rangkum dari berbagai sumber terpercaya.
    Asal Usul Gunung Kelud
    Alkisah pada zaman kerajaan Majapahit, ada seorang raja yang bernama Raja Brawijaya, raja Majapahit ini memiliki seorang putri yang sangat cantik jelita bernama Dyah Ayu Pusparani.  Karena kecantikannya, banyak para raja dan pangeran yang melamar Dyah Ayu Pusparani ini, namun karena Prabu Brawijaya bingung memilih calon menantu, akhirnya beliau mengadakan sayembara siapa yang bisa merentang busur sakti Kyai Garodayaksa dan sanggup mengangkat gong Kyai Sekardelima maka dia berhak menikahi Dyah Ayu Pusparani.

    Banyak para pangeran dan raja yang menguji kemampuannya, namun tidak ada satupun yang dapat mengangkatnya, menjelang sayembara berakhir, ada seorang pemuda berkepala lembu yaitu Raden Lembu Sura atau Raden Wimba. Dia mencoba mengikuti sayembara itu dan berhasil merentang busur serta mengangkat gong Kyai Sekardelima.

    Banyak orang terkejut dengan kesaktian dari Raden Lembu Sura ini, Dengan demikian berarti Raden Lembu Sura yang berhak menikah dengan Dewi Pusparani. Namun sayang Dyah Ayu Pusparani tidak mau menikah dengan manusia berkepala lembu, akhirnya ia pun mencari akal bagaimana agar dirinya batal menikah dengan Raden Lembu Sura dan Dia akhirnya menemukan jalan keluar.

    Dyah Ayu Pusparani pun setuju untuk menikah dengan Raden Lembu Sura namun dengan syarat ia harus bisa membuat sumur di puncak gunung Kelud yang akan dipakai untuk mandi berdua setelah selesai upacara perkawinan, dengan berat hati akhirnya Raden Lembu Sura setuju dengan syarat tersebut. Dengan kesaktian yang dimilikinya, Raden Lembu Sura memerintahkan para jin membantunya menggali sumur di puncak Gunung Kelud, Ternyata benar, tak lama kemudian Lembu Sura telah menggali sumur yang cukup dalam.

    Melihat hal itu, Dyah Ayu Pusparani pun kebingungan. Dia memohon ayahandanya bisa menolongnya. Akhirnya raja Majapahit pun menemukan cara. Lembu Sura harus ditimbun hidup-hidup di dalam sumur  tersebut, Kemudian Prabu Brawijaya menitahkan seluruh prajurit untuk menimbun sumur itu dengan batu-batuan besar dan juga tanah, akhirnya Lembu Sura pun tertimbun di dalam sumur.

    Namun siapa sangka ternyata Lembu Sura masih belum mati, di akhir hayatnya ia mengancam Raja Brawijaya, Lembu Sura mengatakan bahwa setiap dua windu sekali  ia akan merusak tanahmu dan seluruh yang hidup di kerajaan majapahit tersebut, Hingga sekarang ini banyak masyarakat yang mempercayai jika Gunung Kelud meletus dianggap sebagai amukan Lembu Sura untuk membalas dendam atas kelicikan Prabu Brawijaya.

    Mungkin hanya itu penjelasan saya mengenai Cerita serta Asal Usul Gunung Kelud dan Sejarahnya, semoga dengan penjelasan saya yang singkat diatas dapat membantu dalam menambah pemahaman para pembaca sekalian, semoga bermanfaat.

    Sebagai Ucapan Terimakasih, Dimohon Bantuannya Untuk Mengembangkan Blog Ini Dengan Download Aplikasi Android Ini. Terimakasih Banyak

    Advertisement

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Ucapan Terimakasih

    Terima Kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan, sholawat dan salam terucap untuk Nabi besar Muhammad SAW. Terima kasih kepada kedua orang tua yang sudah mendukung juga keluarga besar serta teman-teman semua. Terima kasih kepada Google dan juga Sharing Informasi + Jeparadise Blog + komunitas Nur Huda + Jeparadise Blog, semoga ilmu yang ada diweb ini bermanfaat untuk semuanya.

    Download