• Menarik Dibaca

    Jumat, 13 Januari 2017

    Asal Usul Wayang Kulit Beserta Sejarah dan Tokohnya

    Advertisement
    Advertisement
    Siapa yang tidak mengenal dengan kesenian daerah yang satu ini, ya Wayang Kulit merupakan salah satu kesenian Traditional Asli Indonesia yang sudah dikenal hingga ke seluruh dunia, Sama halnya dengan kerajinan batik, kesenian tradisional Wayang kulit ini pernah dianugerahi oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya sejarah yang harus dijaga kelestariannya, bahkan lebih dari itu kabarnya wayang kulit ini juga sempat meraih predikat sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity atau warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur asli Indonesia, tentu dengan predikat ini kita sebagai Warga Indonesia harus bangga dengan kesenian tradisional Wayang kulit ini.

    Jika ditilik dari bentuknya, Wayang kulit ini pada dasarnya dibuat dengan menggunakan bahan kulit kerbau yang sudah kering, kemudian dibentuk sedemikian rupa untuk membentuk sebuah karakter fiksi, adapun sekat untuk menempelkan bagian wayang kulit tersebut menggunakan tanduk kerbau, kerajinan Wayang kulit ini memang tidak asal-asalan dibuat melainkan dibentuk sedemikian rupa agar membuat geraknya menjadi dinamis dan lebih atraktif.
    Asal Usul Wayang Kulit Menurut hasil survey yang kami lakukan di buku-buku sejarah, belum ada keterangan pasti yang membahas mengenai asal usul wayang kulit, namun jika dilihat dari sejarah perkembangannya, asal usul wayang kulit ini telah hadir semenjak 1500 tahun sebelum Masehi atau tepatnya pada zaman kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha, sedangkan nama Wayang sendiri dikutip dari bahasa sansekerta yang berbunyi “Ma Hyang”, artinya berjalan menuju yang maha tinggi (Dewa).

    Banyak para sejarawan yang meyakini bahwa asal usul wayang kulit ini pada awalnya berkembang dari negeri India, namun sebagian lain menyatakan bahwa wayang kulit ini berasal dari negeri Tiongkok china, Hal ini sesuai dengan Hipotesa bahwa India merupakan sumber dari agama Hindu dan Budha, sedangkan Tiongkok merupakan pusat kesenian daerah pada masa kerajaan Hindu dan Budha.

    Beralih ke faktor lain, umumnya kesenian wayang kulit sendiri terbagi menjadi beberapa jenis seperti wayang kulit Gagrag Banyumasan yang mengadopsi sebuah gaya pedalangan yang juga dikenal dengan nama pakeliran. Gaya ini dinilai sebagai cara untuk mempertahankan nilai dan norma yang terdapat dalam Masyarakat. Sedangkan menurut karaktenya, tokoh wayang dibagi menjadi beberapa kategori atau Golongan, nah berikut tokoh-tokoh wayang dikenal dalam kesenian tradisional ini

    Golongan Dewa :

    • Batara Wisnu
    • Batara Indra
    • Batara Bayu
    • Dewi Sri
    • Batara Kamajaya
    • Dewi Ratih

    Golongan rohaniwan:

    • Resi Bisma
    • Resi Abiyasa
    • Resi Seto
    • Begawan Mintaraga

    Golongan Raja :

    • Prabu Kresna
    • Sri Rama
    • Pandu
    • Puntadewa
    • Kresna
    • Baladewa
    • Parikesit
    • Salya
    • Rahwana
    Golongan Ksatria
    • Bima
    • Sumantri
    • Arjuna
    • Nakula
    • Sadewa:
    • Karna
    • Wibisana.
    • Antareja
    • Antasena
    • Gatotkaca
    • Wisanggeni
    • Abimanyu
    • Setyaki
    • Burisrawa
    • Aswatama
    • Leksmana
    • Anoman

    Golongan Putri

    • Dewi Sinta
    • Dewi Kunti
    • Dewi Madrim
    • Dewi Drupadi
    • Dewi Wara Sumbadra
    • Dewi Srikandi
    • Dewi Banowati
    • Dewi Anggraini
    • Dewi Setyawati
    • Dewi Sawitri

    Golongan Rakyat :

    • Semar
    • Togog
    • Petruk
    • Bagong

    Golongan Raksasa :

    • Kumbakarna
    Mungkin hanya itu penjelasan saya mengenai asal-usul wayang kulit dan tokoh-tokoh dalam kesenian wayang kulit, pada dasarnya perkembangan wayang kulit di Indonesia memang telah mengalami beberapa perubahan yang cukup signifikan,hal ini juga dilakukan oleh wali songo ketika mereka menyebarkan agama Islam di Nusantara, semoga bermanfaat
    Advertisement

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar

    Ucapan Terimakasih

    Terima Kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan, sholawat dan salam terucap untuk Nabi besar Muhammad SAW. Terima kasih kepada kedua orang tua yang sudah mendukung juga keluarga besar serta teman-teman semua. Terima kasih kepada Google dan juga Sharing Informasi + Jeparadise Blog + komunitas Nur Huda + Jeparadise Blog, semoga ilmu yang ada diweb ini bermanfaat untuk semuanya.

    Download