• Menarik Dibaca

    Kamis, 05 Januari 2017

    Asal Usul Pantai Watu Ulo Jember Beserta Misteri dan Kisah Sejarahnya

    Advertisement
    Advertisement
    Sselain terkenal karena Pantai papuma yang dikenal sebagai salah satu tempat wisata yang sangat indah, juga ternyata di daerah Jember terdapat salah satu destinasi wisata menarik lainnya bernama Pantai Pantai Watu Ulo Jember, tempat wisata Pantai Watu Ulo Jember ini merupakan salah satu destinasi utama yang dimiliki oleh masyarakat jember, di musim liburan tiba biasanya Pantai Watu Ulo Jember ramai dikunjungi oleh para wisatawan, baik itu wisatawan lokal maupun wisatawan mancanengara.

    Selain dikenal karena memiliki panorama pemandangan yang sangat indah, juga ternyata di Pantai Watu Ulo Jember ini memiliki sebuah kisah mistis yang menceritakan mengenai asal usul pantai watu ulo di Jember, bahkan cerita ini sudah mendarah daging bagi masyarakat jember, nah berikut asal usul Pantai Watu Ulo Jember yang wajib anda ketahui.
    Asal Usul Pantai Watu Ulo Jember Disadur dari buku Mitos Karya Dr. Sukatman, M.Pd menyatakan, bahwa asal usul mengenai Pantai Watu Ulo Jember bermula dari seorang pemuda yang tangguh dan sakti yang berkenala di pulau jawa, pria tersebut bernama ajisaka yang kemudian mendirikan padepokan untuk mengarkan ilmu hitam kepada masyarakat jawa, karena kesaktiannya banyak masyarakat jawa yang tertarik untuk menjadi murid beliau.

    Singkat cerita saat beliau mengajarkan sebuah ilmu hitam kepada murid-muridnya, ada seekor ayam yang sedang mencari makan di pinggir padepokon, ajisaka pun geram karena ayam tersebut dinilai secara diam-diam mencuri ilmu yang dia ajarkan kepada murid-muridinya, Seharusnya, siapapun tidak boleh mendengar ajaran Ajisaka, selain murid di padepokan tersebut.

    MItos Pantai Watu UloKarena mendengar ilmu hitam dari ajisaka, tiba-tiba ayam tersebut bertelur sebuah telur berukuran sangat besar, Saat telur itu dierami dan menetas, ternyata yang keluar dari cangkang telur bukan anak ayam, melainkan seekor ular naga raksasa dan dapat berbicara seperti manusia, pada awalnya penduduk takut kepada naga tersebut, namun ular naga itu bicara terus, dan menanyakan siapa ayahnya, murid-muridnya pun mengakui jika naga tersebut merupakan anak dari Ajisaka.

    Lalu, anak naga itu mendatangi Ajisaka dan bertanya siapa ayahnya. Ajisaka pun mengakui naga itu sebagai anaknya, setelah itu ajisaka berpesan kepada anaknya agar ia bertapa di pantai laut selatan agar bisa menguasai pulau jawa seutuhnya dan tidak boleh datang kepadanya sebelum ia menyelesaikan meditasinya di Pantai selatan.

    Setelah bertapa selama puluhan tahun akhirnya Badan ular naga tersebut pun bertambah besar, bahkan dimitoskan badan naga tersebut sebesar pulau jember, kepalanya sampai Banyuwangi, dan ekornya memanjang sampai Jawa Tengah. Namun karena belum dibangunkan oleh ayahnya Ajisaka maka ular naga pun tetap terus bersemedia hingga ratusan tahun lamanya.

    Karena sangking lamanya bertapa sampai badan ular naga tersebut ditumbuhi lumut seperti kayu. Suatu hari,ada seorang penduduk yang sedang mencari kayu bakar di dekat pantai selatan tempat pertapaan ular terebut. Orang tersebut menemukan kayu besar dan memanjang maka dipotonglah kayu itu. Saat dipotong kayu itu mengeluarkan getah seperti darah, namun ia hanya mengira jika darah tersebut hanyala getah kayu.
    Misteri Ular Naga di Pantai Watu Ulo Karena tubuhnya dipotong maka ular naga itu pun akhirnya mati, dan anggota tubuhnya mengeras seperti batu, dikisahkan sampai saat ini kepala ular naga tersebut ada di Banyuwangi, badannya di pantai selatan Jember, dan ekornya di Jawa Tengah. Sedangkan sisik ular naga tersebut konon satu persatu lepas dan menjadi batu di dekat pantai, akhirnya masyarakat Jawa menyebutnya sebagai Pantai Watu Ulo jember yang artinya Pantai batu ular, semoga bermanfaat.

    Sebagai Ucapan Terimakasih, Dimohon Bantuannya Untuk Mengembangkan Blog Ini Dengan Download Aplikasi Android Ini. Terimakasih Banyak

    Advertisement

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Ucapan Terimakasih

    Terima Kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan, sholawat dan salam terucap untuk Nabi besar Muhammad SAW. Terima kasih kepada kedua orang tua yang sudah mendukung juga keluarga besar serta teman-teman semua. Terima kasih kepada Google dan juga Sharing Informasi + Jeparadise Blog + komunitas Nur Huda + Jeparadise Blog, semoga ilmu yang ada diweb ini bermanfaat untuk semuanya.

    Download