• Menarik Dibaca

    Jumat, 13 Januari 2017

    Asal Usul Waduk Gajah Mungkur dan Misterinya

    Advertisement
    Advertisement
    Jika anda pernah berkunjung ke daerah wonogiri tentu anda sudah sangat tidak asing lagi dengan bendungan yang satu ini, ya waduk gajah mungkur merupakan salah satu waduk yang dikenal karena merupakan waduk terbesar di Asia tenggara, fungsi utama waduk gajah mungkur ini pada awalnya digunakan sebagai pengendali banjir (Flood Control) yang menggunakan sistem buka tutup pengairan di sungai bengawan solo dan kemudian oleh pemerintah setempat juga difungsikan sebagai sistem irigasi persawahan dan perkebunan masyarakat setempat.

    Jika ditinjau secara geografis waduk gajah mungkur ini terletak 7 Km arah selatan Kota Wonogiri tepat dibagian hilir pertemuan kali Keduang dan dibangun pada tahun 1976, pembangunan waduk gajah mungkur ini memakan waktu kurang lebih 5 tahun yang memakan Luas daerah genangan lebih dari 8.800 ha dan luas daerah yang dibebaskan 90 km2 yang terdiri dari 51 desa di 7 Kecamatan, adapun arsitek dan pekerja construcstion yang membangun waduk ini dikerjakan dengan bantuan konsultan dari Nippon Koei Co, Ltd Jepang.
    Asal Usul Waduk Gajah Mungkur Selain digunakan sebagai pengendali banjir dan irigasi, waduk gajah mungkur ini juga kabarnya digunakan sebagai Obyek pariwisata yang terpusat disekeliling Waduk Gajah Mungkur. Adapun Obyek wisata yang paling terkenal adalah Obyek Wisata Sendang Asri Wonogiri yang menyediakan berbagai fasilitas sarana rekreasi seperti Budidaya perikanan air tawar, terutama untuk budidaya Karamba Jala Apung ikan nila.

    Lebih dari itu pemerintah Indonesia pada tahun 1990 menyarankan agar pemda Kabupaten wonogiri dapat memanfaatkan aliran sungai bengawan solo sebagai pembangkit aliran listrik, alhasil berkat asosiasi dari pemerintah jepang, kabupaten wonogiri memiliki Penyediaan tenaga listrik untuk daerah Kabupaten Wonogiri dengan kapasitas maksimum 12,4 MW yang digunakan sebagai penerangan di daerah Kabupaten Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, dan Sragen.

    Terlepas dari segala kemegahan dan keindahan yang terdapat di waduk gajah mungkur ini ternyata terselip sebuah kisah mitos yang menceritakan mengenai asal usul waduk gajah mungkur, nah berikut asal usul waduk gajah mungkur jika ditinjau dari cerita rakyat.

    Pada zaman dahulu kala ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja bernama Gajah Madep, ia tidak memiliki anak melainkan hanya seorang cucu bernama Gajah Mego, di usianya yang sudah senja gajah Madep sangat berharap agar gajah Mego bisa menggantikan tambuk kekuasannya, namun karena usia Gajah Mego banyak punggawa istana yang tidak setuju terutama seorang patih Bernama Gajah mungkur yang menolak keputusan raja Gajah Madep.
    Waduk Gajah Mungkur Lanjut cerita karena dianggap sebagai musuh maka  Eyang Sepuh yang merupakan nenek Gajah Madep menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Eyang Sepuh dengan bantuan kekuatan jahat Bik Birah dukun sakti yang menguasai Ilmu Hitam berusaha mencelakai Gajah Mungkur, tapi karena bantuan Burung Hantu yang menjadi utusan Ki Batuaji, maka akhirnya Gajah Mungkur berhasil lolos dari bahaya yang mengancamnya.

    Gajah Mungkur merasa geram kepada raja Gajah Mego yang ingin membunuhnya, alhasil Gajah Mungkur dan Gajah Madep akhirnya berkelahi untuk saling membunuh satu sama lain. Dikisahkan kedua orang ini menjelma menjadi seorang gajah Raksasa saat mereka berkelahi, pertarungan ini dimenangkan oleh Gajah Mungkur, namun karena akibat perkelahian dari dua gajah tersebut yang sama-sama sakti terciptalah sebuah lubang besar, lama kelamaan lubang tersebut terisi air, maka muncullah sebuah waduk yang kemudian diberi nama Waduk Gajah Mungkur oleh masyarakat setempat.


    Sebagai Ucapan Terimakasih, Dimohon Bantuannya Untuk Mengembangkan Blog Ini Dengan Download Aplikasi Android Ini. Terimakasih Banyak

    Advertisement

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Ucapan Terimakasih

    Terima Kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan, sholawat dan salam terucap untuk Nabi besar Muhammad SAW. Terima kasih kepada kedua orang tua yang sudah mendukung juga keluarga besar serta teman-teman semua. Terima kasih kepada Google dan juga Sharing Informasi + Jeparadise Blog + komunitas Nur Huda + Jeparadise Blog, semoga ilmu yang ada diweb ini bermanfaat untuk semuanya.

    Download