• Menarik Dibaca


    Mau Dapat Pulsa Gratis Tiap Minggu? Langsung Saja Download Aplikasinya Disini

    Sabtu, 07 Januari 2017

    Asal Usul Telaga Sarangan Magetan Beserta Misteri dan Legendanya

    Advertisement
    Advertisement
    Kota magetan Jawa Timur merupakan salah satu tempat wisata yang cukup ramai dikunjungi oleh para wisatawan di musim liburan tiba, selain memiliki panorama alam yang sangat indah juga di kota Magetan ini terdapat sebuah telaga yang sangat sejuk dan mempesona, ya Telaga Sarangan merupakan salah satu telaga yang terletak di kaki Gunung Lawu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

    Secara geografis, telaga sarangan ini berlokasi kurang lebih berjarak 20 kilometer dari pusat kota Magetan dan memiliki luas area berkisar 30 hektar dan memiliki kedalaman sekitar 30 meter dan hanya berjarak 20 kilometer, terlepas dari segala keindahannya ternyata Telaga sarangan ini memiliki kisah menarik yang perlu anda ketahui, nah berikut Asal Usul Telaga Sarangan Magetan yang cukup populer di masyarakat kota Magetan.
    Asal Usul Telaga Sarangan Menurut kisah asal usulnya, Telaga magetan ini bercerita mengenai Kyai Jalilung dan Nyai Jalilung yang merupakan pasangan suami isteri yang hidup di hutan gunung Lawu. Pasangan ini hidup bahagia dan tinggal sebuah pondok yang ada di hutan lereng gunung Lawu sebelah timur.

    Singkat cerita, Pada suatu hari Kyai Jalilung pergi ke hutan dengan maksud bercocok tanam, karena banyak pohon rindang yang menutupi tanamannya maka mau tak mau Kyai Jalilung harus menebang pohon tersebut satu persatu, kala ini menebang pohon ia kaget karena ia menemukan telur berukuran besar yang berwarna putih keemasan, karena kaget maka ia pun pulang untuk memberitahukan perihal mengenai telur tersebut.

    Lanjut cerita Kyai Jalilung dan Nyai Jalilung mengamati telur tersebut dengan seksama, karena ia tidak memiliki lauk pauk maka akhirnya Kyai Jalilung dan Nyai Jalilung sepakat untuk merebus telur tersebut dan memakannya, Setelah matang, telur tadi dimakan oleh Kyai Jalilung dan Nyai Jalilung, setelah kenyang, kemudian Kyai Jalilung berangkat lagi keladang untuk meneruskan pekerjaannya bercocok tanam di kebunnya.

    Dalam perjalanan kembali ke ladang, Kyai Jalilung merasa ada yang aneh dalam tubuhnya badannya terasa panas, kaku serta sakit sekali, sehingga Kyai Jalilung tidak mampu menahan sakit itu dan akhirnya rebah ke tanah. Keajiban pun terjadi, ternyata telur yang ia makan merupakan telur naga, akibat dari memakan telur tersebut pun Kyai Jalilung Tiba-tiba badanya berubah wujud menjadi ular naga yang besar dan berguling kesana kemari tanpa henti-hentinya.
    Telaga Sarangan Sama halnya dengan Kyai Jalilung, Nyai Jalilung pun merasakan hal yang sama, Sekujur badannya menjadi sakit, kaku dan panas bukan main. Nyai Pasir akhirnya berlari ke kebun untuk memberitahukan sakitnya kepada suaminya, namun ketika ia sampai di kebun apa yang dijuumpai. Bukannya Kyai Pasir, melainkan seekor ular naga yang besar sekali dan berguling-guling, Nyai Pasir tidak mampu lagi bertahan dan jatuhlah ia ke tanah.

    Ketika ia jatuh ke tanah, badannya berubah wujud menjadi seekor ular naga yang besar, Kedua naga tersebut yang merupakan penjemaan dari Kyai Jalilung dan Nyai Jalilung akhirnya berguling-guling kesana kemari yang menyebabkan tanah tempat kedua naga berguling-guling itu menjadi berserakan dan bercekung-cekung seperti dikeduk-keduk.

    Cekungan itu makin lama makin luas dan dalam, tiba-tiba dari dalam cekungan tanah yang dalam serta luas itu menyembur air yang besar memancar kemana-mana. Dalam waktu sekejap saja, cekungan itu sudah penuh dengan air dan membentuk sebuah Telaga.  Karena keajaiban ini banyak masyarakat setempat yang menjuluk telaga tersebut dengan nama Telaga Sarangan Magetan yang artinya “Telaga Naga”, semoga bermanfaat
    Advertisement

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Ucapan Terimakasih

    Terima Kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan, sholawat dan salam terucap untuk Nabi besar Muhammad SAW. Terima kasih kepada kedua orang tua yang sudah mendukung juga keluarga besar serta teman-teman semua. Terima kasih kepada Google dan juga Sharing Informasi + Jeparadise Blog + komunitas Nur Huda + Jeparadise Blog, semoga ilmu yang ada diweb ini bermanfaat untuk semuanya.

    Download