• Menarik Dibaca

    Sabtu, 14 Januari 2017

    Asal Usul Batu Hajar Aswad Beserta Misteri dan Sejarahnya

    Advertisement
    Advertisement
    Bagi umat islam terutama mereka yang sering naik Haji ke baitul mekah atau di Ka’bah tentu anda sudah sangat tidak asing lagi dengan batu yang satu ini, ya batu hajar aswad merupakan salah satu hal yang sangat penting ketika umat islam melakukan perjalanan haji di baitul mekah, konon sesuai dengan Al-qur’an dan Al-hadist mencium hajar aswad dapat menyebabkan doanya bisa terkabul, nah atas dasar inilah maka tak heran jika banyak umat Islam yang melakukan perjalanan ke Mekah seringkali berbondong-bondong untuk mencium batu Hajar aswad ini.

    Tidak banyak yang tahu mengenai asal usul hajar aswad ini namun jika dilirik dari Al-qur’an dan Al-hadist menyatakan bahwa asal usul batu hajar aswad ini bermula pada saat Nabi Ibrahim as dan anaknya Nabi Ismail as diperintahkan oleh Allah swt untuk membangun Ka’bah yang digunakan untuk sarana beribadah kepada Allah SWT, konon bahan-bahan konstruksi untuk membangun ka’bah ini dikumpulkan oleh Nabi ibrahim dan Nabi Ismail dari berbagai daerah di sekitar jazirah Arab.
    Asal Usul Batu Hajar Aswad Sedangkan menurut al-Qur’an pada surat al-Baqarah ayat 127 pembangunan Ka’bah ini memang difirmankan oleh Allah kepada Nabi Ibrahim as dan anaknya Nabi Ismail as untuk membangunnya depan Sumur zam-zam, adapun tahun pembangunan kabah ini kira-kira dilakukan pada tahun 2130 sebelum masehi. Hal ini diperkuat dengan firman Allah  di dalam surat (QS. Ali Imran [3]: 96-97) danberdasarkan keterangan Al-Quran di surah Al-Baqarah [2] ayat 127.
    “Dan, ingatlah ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), ‘Ya Rabb kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 127).
    “Sesungguhnya, rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (diantaranya) Maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah. Yaitu, (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semesta alam.” (QS. Ali Imran [3]: 96-97)
    Namun Pembangunan Ka’bah ini memang tidaklah mudah pasalnya bahan-bahan konstruksi untuk membangun ka’bah ini dipilih dengan seksama,  Ketika pembangunan ini tengah berlangsung, Ibrahim menyadari bahwa amat banyak komponen-komponen Ka’bah yang tidak mampu dibuat karena kurangnya bahan, sehingga akhirnya Nabi Ibrahim as dan anaknya Nabi Ismail as pergi menyusuri beberapa gunung untuk membawa bebatuan dengan tujuan menyelesaikan konstruksi bangunan Ka’bah tersebut.

    Ketika proses pembangunan kabah akan selesai dibangun, Nabi Ibrahim memerintahkan kepada anaknya Ismail As untuk mencari sebuah Bau yang digunakan untuk memberi sinyal kepada umat manusia, Mendengar hal ini, Ismail pergi dari satu bukit ke bukit yang lain hanya demi mencari batu yang bisa menjadi suar dan memberi tanda kepada seluruh umat manusia.

    Pada saat inilah, malaikat Jibril diutus Allah untuk membawakan sebuah batu dari surga yang konon katanya dulunya berwarna putih dan memberikannya kepada Ismail. Mendapati batu putih yang indah tersebut, nabi Ismail as pulang dan alangkah bahagianya ketika Nabi Ibrahim as melihat batu yang ia bawa.  Ismail mengatakan kepada Ibrahim perihal batu tersebut ia mengatakan bahwa “aku menerima ini dari seseorang yang tidak akan membebani anak cucuku maupun anak cucumu (Jibril)” kemudian Ibrahim mencium batu tersebut, dan gerakan tersebut kemudian diikuti oleh Ismail.
    Batu Hajar Aswad Menariknya konon batu hajar aswad ini merupakan batu dai surga, dulunya batu hajar aswad ini berwarna hitam namun karena dicium oleh banyak manusia berdosa maka batu tersebut menjadi hitam, hal ini sesuai dengan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersabda.
     “Hajar aswad turun dari surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih daripada susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam”. ( HR. Tirmidzi no. 877. Shahih menurut Syaikh Al Albani)
    Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hajar aswad adalah batu dari surga. Batu tersebut lebih putih dari salju. Dosa orang-orang musyriklah yang membuatnya menjadi hitam.” (HR. Ahmad 1: 307), Wallahu A'lam Bishawab

    Sebagai Ucapan Terimakasih, Dimohon Bantuannya Untuk Mengembangkan Blog Ini Dengan Download Aplikasi Android Ini. Terimakasih Banyak

    Advertisement

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Ucapan Terimakasih

    Terima Kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan, sholawat dan salam terucap untuk Nabi besar Muhammad SAW. Terima kasih kepada kedua orang tua yang sudah mendukung juga keluarga besar serta teman-teman semua. Terima kasih kepada Google dan juga Sharing Informasi + Jeparadise Blog + komunitas Nur Huda + Jeparadise Blog, semoga ilmu yang ada diweb ini bermanfaat untuk semuanya.

    Download