• Menarik Dibaca

    Minggu, 18 Desember 2016

    Sejarah Asal Usul Aksara Jawa Dalam Bahasa Jawa

    Advertisement
    Advertisement
    Aksara Jawa atau yang lebih populer dengan istilah Aksara Jawa Hanacaraka merupakan salah satu aksara yang lahir dari tanah Jawa, aksara ini pada mulanya hanya dikenal di kalangan kaum bangsawn di jaman kerajaan majapahit namun lama kelamaan aksara jawa ini kemudian menyebar ke rakyat kecil, menurut para ahli bahasa Aksara Jawa Hanacaraka pada konsepnya dibagi menjadi dua puluh aksara, yaitu: ha na ca ra ka da ta sa wa la pa dha ja ya nya ma ga ba tha nga.

    Secara umum Aksara Jawa Hanacaraka ini pada awalnya hanya berasal dari cerita rakyat, namun tidak sedikit para ahli sejarah yang menyatakan bahwa Aksara Jawa Hanacaraka ini memang berasal dari kisah nyata dan memang benar-benar terjadi di masa lalu atau tepatnya 500 Tahun sebelum masehi, nah berikut cerita asal usul aksara jawa.
    Asal Usul Aksara Jawa

    Sejarah Asal Usul Aksara Jawa

    Alkisah pada zaman dahulu kala ada sebuah raja bernama dewata cengkar yang merupakan raja yang memimpin kerajaan Medhangkamulan, kala di pimpin oleh raja dewata cengkar ini, rakyatnya hidup dengan rasa ketakutan pasalnya Dewata cengkar ini suka memakan daging manusia, selain itu juga raja dewata cengkar ini sangat pemarah, bengis dan juga rakus, bahkan tidak sedikit pula rakyat di  kerajaan Medhangkamulan yang terpaksa memberikan upeti berupa daging manusia, hal ini dikarenakan jika rakyat tidak memberikan upeti kepada dewata cengkar maka mereka semua akan dibunuh lalu dimakan.

    Mendengar kejahatan yang dilakukan oleh Prabu Dewata Cengkar di kerajaan Medhangkamulan, ada seorang pemuda bernama Aji saka yang merupakan pemuda sakti yang ingin membunuh Prabu dewata cengkar dan menghentikan kebengisannya, Aji Saka mempunyai 2 orang abdi yang sangat setia bernama Dora dan Sembada. Dalam perjalanannya ke kerajaan Medhangkamulan, Aji Saka hanya mengajak abdinya bernama Dora, sedangkan Sembada tetap ditempat karena harus menjaga sebuah pusaka sakti milik Aji Saka. Aji Saka berpesan kepada abdi Sembada, agar jangan sampai pusaka itu diberikan kepada siapapun kecuali aku (Aji Saka).
    Prabu Dewata Cengkar
    Singkat cerita Aji saka hadir di kerajaan Medhangkamulan dan mengatakan kepada raja dewata cengkar bahwa ia siap menjadi santapannya, mendengar permintaan Aji saka yang tulus, Prabu Dewata Cengkar tidak sabar untuk menyantapnya, namun sebelum dimakan Aji saka memiliki satu permintaan agar diberikan tanah diatas surbannya, kemudian raja dewata cengkar pun menuruti permintaannya, Maka dibukalah kain syurban penutup kepala Aji Saka.

    Aji Saka memegang salah satu ujung syurban, sedangkan yang lain dipegang oleh Prabu Dewata Cengkar. Ajaibnya ternyata syurban itu seperti mengembang sehingga Dewata Cengkar harus berjalan mundur, mundur, dan mundur hingga sampai di tepi pantai selatan. Begitu Dewata Cengkar sampai di tepi pantai selatan, Aji Saka dengan cepat mengibaskan syurbannya sehingga membungkus badan Dewata Cengkar, dan menendangnya hingga terjebur di laut selatan, lalu raja tersebut berubah menjadi seekor buaya putih.

    Sejak saat itu, Kerajaan Medhangkamulan  yang pada awalnya dipimpin oleh raja bengis dewata cengkar, namun sejak terbunuhnya raja, Kerajaan Medhangkamulan  dipimpin oleh Aji Saka. Seorang raja yang arif dan bijaksana. Ia kemudian teringat kepada aji pusaka yang dijaga oleh sembada dan kemudian ia pun  menyuruh Dora untuk mengambilnya.

    Namun Sembada tidak mau memberikan pusaka itu, karena teringat pesan Aji Saka. Maka terjadilah pertarungan yang hebar diantara Dora dan Sembada. Karena memiliki ilmu dan kesaktian yang seimbang, maka meninggallah Dora dan Sembada secara bersamaan, nah dari sinilah aksara jawa hanacaraka bermula, nah berikut kutipan makna dari aksara jawa hanacaraka.
    Aksara Jawa
    Ha Na Ca Ra Ka (ono utusan) = ada utusan
    Da Ta Sa Wa La (padha kekerengan)  = saling berkelahi
    Pa Da Ja Ya Nya (padha digdayane)  = sama-sama saktinya
    Ma Ga Ba Tha Nga (padha nyunggi bathange)  = saling berpangku saat meninggal
    Demikianlah yang bisa kami sampaikan terkait dengan sejarah maupun cerita asal usul aksara jawa, dengan harapan kita semua bisa memahami keanekaragaman dari indonesia yang bisa semakin menambah pengetahuan akan sejarah.

    Sebagai Ucapan Terimakasih, Dimohon Bantuannya Untuk Mengembangkan Blog Ini Dengan Download Aplikasi Android Ini. Terimakasih Banyak

    Advertisement

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Ucapan Terimakasih

    Terima Kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan, sholawat dan salam terucap untuk Nabi besar Muhammad SAW. Terima kasih kepada kedua orang tua yang sudah mendukung juga keluarga besar serta teman-teman semua. Terima kasih kepada Google dan juga Sharing Informasi + Jeparadise Blog + komunitas Nur Huda + Jeparadise Blog, semoga ilmu yang ada diweb ini bermanfaat untuk semuanya.

    Download