• Menarik Dibaca

    Selasa, 27 Desember 2016

    Asal Usul Hanoman dan Cerita Kesaktiannya

    Advertisement
    Advertisement
    Siapa yang tidak kenal dengan tokoh wayang yang satu ini, ya Hanoman si ketek putih merupakan salah satu tokoh legendarid dari cerita wayang yang dikenal dari zaman kerajaan Hindu budha hingga zaman sekarang, kesaktian dan kekuatannya dalam menghadapi musuh menjadi inspirasi bagi kaum pandawa dalam menghadapi musuh-musuhnya, bahkan sangking populernya cerita wayang Hanoman, banyak produser film yang membuat film kolosal mengenai asal usul hanoman.

    Secara umum ada banyak kisah menarik di balik Asal Usul Hanoman yang digambarkan sebagai kera putih, bahkan cerita mengenai asal usul hanoman ini diceritakan dari generasi ke generasi, meskipun sempat mengalami pergesaran makna, namun secara kesimpulan hampir semua cerita asal usul hanoman hampir sama, nah berikut asal usul hanoman yang wajib anda ketahui.
    Asal Usul Hanoman
    Dikisahkan dari Kitab Sanskesrta menyatakan bahwa pada zaman dahulu kala ada seorang wanita bernama Dewi Anjani yang berwujud kera melakukan semedi (tapabrata) di gunung, wanita tersebut memuja dewa siwa selama ratusan tahun, karena semedi sekian lama akhirnya dewa Siwa yang merupakan penguasa khayangan menampakan wajahnya kepada Dewi Anjani dan menyampaikan apa kemauan dari wanita tersebut.

    Setelah terjadi perbicangan akhirnya Dewi Anjani memohon kepada dewa untuk dikarunai seorang anak dan dewa Siwa pun mengabulkan permintaan tersebut, lanjut cerita akhirnya dewa siwa Mengutus Dewa Vayu untuk memasukan sperma dewa siwa kedalam rahim Dewi Anjani, setelah itu wanita tersebut langsung hamil, setelah sekian bulan tepatnya pada bulan purnama lahirlah seorang bayi, namun bayi tersebut mirip seekor kera berwarna putih.

    Ketika kelahiran hanoman ini ada banyak fenomena alam yang sangat dahyat terjadi, bumi berguncang dan halilintar menyambar bahkan batu yang digunakan untuk melahirkan hanoman pun terbelah menjadi dua bagian, menariknya ternyata bayi tersebut bisa langsung berbicara,  “Lapar… lapar… lapar….” Teriaknya, dan ia juga mengatakan  “Devi, engkaukah ibuku? Katakanlah, dimana aku bisa memperoleh makanan ibu?” Dijawab oleh Dewi Anjani, “Carilah buah-buahan yang berwarna merah menyala di sebelah timur”

    Karena kesaktiannya bayi tersebut akhirnya memakan matahari yang berwarna merah, ia mengira jika matahari adalah buah yang dimaksud oleh ibunya, ketika matahari ditelan oleh bayi tersebut keadaan bumi menjadi gelap gulita, Planet-planet kehilangan orbitnya. Melihat kejadian itu, Dewa Indra pun menjadi marah. Dilihatnya penyebabnya adalah seekor kera. Segera ia terbang dengan Gajahnya, dan menembakkan Vajra pada mulut si bayi. Serangan itu melukai dagu sasaran. Karena kaget, akhirnya matahari yang sedang ditelan oleh Hanoman pun akhirnya termuntahkan.

    Matahari kembali bersinar. Kestabilan tata surya kembali terjaga. Awalnya dewa Indra berniat membunuh bayi tersebut, namun dewa Surya melarang dewa Indra untuk membunuhnya, dewa surya yang juga merupakan penjaga kayangan akhirnya menjelaskan bahwa Hanoman adalah jelmaan dewa siwa,  Mendengar penjelasan penjelasan Dewa Surya, Dewa Indra akhirnya menyadari. Maka dia lalu menghaturkan sembah dan meminta maaf atas panahnya yang telah melukai bayi tersebut.

    Singkat cerita, bayi kera putih itu pun kembali pada ibunya dan menceritakan pengalamannya itu. Dan karena dagunya terluka terkena Vajra dari dewa surya, maka dikenallah bayi itu dengan nama Hanoman. Yang artinya kira-kira ‘dagu yang terluka’. Itulah tadi sekelumit cerita mengenai asal usul hanoman si kera putih, semoga dengan cerita diatas dapat membantu dalam menambah pemahaman para pembaca sekalian mengenai klausul cerita mengenai asal usul hanoman, semoga bermanfaat.

    Sebagai Ucapan Terimakasih, Dimohon Bantuannya Untuk Mengembangkan Blog Ini Dengan Download Aplikasi Android Ini. Terimakasih Banyak

    Advertisement

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Ucapan Terimakasih

    Terima Kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan, sholawat dan salam terucap untuk Nabi besar Muhammad SAW. Terima kasih kepada kedua orang tua yang sudah mendukung juga keluarga besar serta teman-teman semua. Terima kasih kepada Google dan juga Sharing Informasi + Jeparadise Blog + komunitas Nur Huda + Jeparadise Blog, semoga ilmu yang ada diweb ini bermanfaat untuk semuanya.

    Download