• Menarik Dibaca

    Senin, 14 September 2015

    Contoh Perilaku Isyraf dan Tabdzir di Pondok Pesantren

    Contoh Perilaku Isyraf dan Tabdzir di Pondok Pesantren - Hai sahabat muslim yang berbahagia, pada kesempatan kali ini kita akan belajar mengenai perilaku israf dan tabzir. Tahukah anda sahabat, bahwa perbuatan ini sangat disukai syetan dan dibenci oleh Allah, sebab perbuatan ini adalah melakukan sesuatu dengan cara berlebih-lebihan misalnya makan kekenyangan sampi perutnya menjadi sakit, kemudian menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak ada manfaatnya dan masih banyak contoh lainnya.
    Cerita Tentang Isyraf dan Tabdzir  di Pondok Pesantren
    Jadi untuk sahabat muslim muslimah hendaknya meninggalkan jauh-jauh perbuatan ini supaya mendapatkan ridho Allah SWT. Nah agar sahabat bisa lebih jelas dan paham, maka penulis akan bercerita mengenai perilaku Isyraf dan Tabdzir yang sesuai dengan pengalaman penulis di pondok pesantren.

    Berikut ini adalah Cerita Tentang Isyraf dan Tabdzir silahkan disimak baik-baik yah.

    Cerita Tentang Isyraf dan Tabdzir di Pondok Pesantren

    Dalam kehidupan di pesantren sudah biasa yang namanya telat makan, perut seorang santri sudah bisa diajak kompromi kata farid santri wustha, namun pada Jum’at siang akan ada kegiatan haflah Khotmil Qur’an yang akan dihadiri oleh semua wali santri.

    Dasar Ahmad santri yang berpostur tubuh gendut, paling jago yang namanya makan.

    Jum’at ini adalah hari bersih, dimana para santri membersihkan seluruh ruangan dan juga halaman pesantren,

    “hemmm aroma harum menyengat” kata Ahmad.

    “yang ini ni, bau makanan saja Ahmad langsung tajam hidungnya” kata Arik sambil menempelkan tangan ke bahunya Ahmad.

    “Habis ini cacing udah pada dangdutan rik, jawab Ahmad

    “Oh iya sedap-sedap inikan jadwalnya sarapan nasi hangat, sambal dan juga ikan asin”

    Tidak lama kemudian santri yang piket masak keluar dari dapur dengan membawa sarapan, tanpa berfikir panjang Ahmad langsung lari ke ruang makan untuk menyantap sarapan yang sudah disajikan.

    “Alhamdulillah kenyang juga ni perut, kata Ahmad sambil mengelus-elus perutnya.

    Lima menit kemudian suara bel berbunyi dari arah ruang tamu, ting…. tung……..ting….. tung……Assalamualaikum…. para wali sanri terus berdatangan.

    Dalam satu kamar Ahmad terdapat sepuluh santri yang kedelapan orangtuanya sudah datang di acara haflah khotmil Qur’an, semua orang tua yang datang mengunjungi putranya, membawakan oleh-oleh bermacam-macam makanan, ada yang berupa makanan ringan ada juga yang membawa nasi, dan lain sebagainya.

    “Waw” kata Ahmad sambil bingung memilih makan yang mana, saking banyaknya menu dengan lauk yang bermacam-macam.

     “ Arik, Iwan, Arul dan semuanya ayo kumpul-kumpul, penting……. “ suara Ahmad memanggil kawan-kawannya sambil melambaikan tangannya

    Kesembilan temannya sudah berkumpul dikamar, Arul bertanya “ ada apa Ahmad kayaknya semangat banget, memangnya apa yang akan kamu sampaikan?

    “hehehe ini lhoh…..mumpung ada banyak makanan, kita sebagai santri yang baik tidak boleh menolak rizki.” Sambil cengar-cengir bingung memilih makanan

    Kesembilan temanyya serentak mengucap “ huuuuuuuu Ahmad

    “Ayo lah……

    “sambil menganggukkan kepala, makan lagi- makan lagi, Iya deh kata Arik,

    Di tengah saat semuanya pada makan, Ahmad merasa sudah kenyang.

    “kok aku sudah kenyang duluan ya, kenapa ni perut tidak seperti biasanya yang bisa nampung banyak,

    “Ali menjawab, kebanyakan Bismillah mungkin…

    “Arul menyaut sudah kenyang ya berhenti to mad Ahmad…..

    Tiba-tiba teringatlah Arul kemudian berkata,

    “hai kawan-kawan, tadi Ahmad itu sudah sarapan dengan ikan asin, banyak pula ngambil porsinya, hahaha

    “Ali menjawab, makanya sudah tidak muat tu perut

    “ya……kan Ahmad lupa kawan, sayang juga kan ini banyak kalau tidak dimakan, tadi kan dengan ikan asin, sedangkan ini dengan berbagai aneka menu, ada ayamnya pula, kata Ahmad dengan suara lirih.

    “ ya sudahlah Ahmad berhentilah, nanti kekenyangan kamu, itu namamya Isyraf (berlebihan), ingat “ Innallaha la yuhibbul musrifin” tutur Ali

    “betul itu Ahmad, dengerin tu kata calon pak ustadz Ali hahaha

    “eh kawan-kawan dengarkan ya, daripada tidak habis kan nantinya mubadzir ni makanan, mending di makan yak kan? Orang yang memubaddzirkan sesuatu sama halnya dia temannya syaitan gimana…….? “ Innal Mubaddzirina kanu ikhwanihis syayathin”

    “ wizh…..wizh…..ternyata si gendut bisa dalil juga, kirain Cuma pak Ustadz Ali saja yang bisa hehehe, ntar jadi Ustadz gendut donk hehehe,  ujar Ahmad sambil ketawa

    “ye gendut-gendut gini kan juga menyandang gelar santri di ajari sama pak kyai

    “Iya dech, maaf Cuma bercanda

    “ hehehe Iya gak apa-apa mari lanjutkan makannnya, berhubung kita sudah banyak berbicara perut mulai lapar lagi dan tidak usah baca Basmalah, nanti saja klo sudah selesai, jadi tidak jadi mubadzir hehehe

    “kesembilan teman tertawa serentak dan mengucapkan kata “Sepakat”.
    Alhamdulillah akhirnya penulis dapat menyelesaikan tulisan ini yang bertema Contoh Perilaku Isyraf dan Tabdzir di Pondok Pesantren, penulis menyadari banyaknya kekurangan dalam penulisan ini, untuk itu kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila da kesalahan dalam penulisan ini. harapan kami semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk anda.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Ucapan Terimakasih

    Terima Kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan, sholawat dan salam terucap untuk Nabi besar Muhammad SAW. Terima kasih kepada kedua orang tua yang sudah mendukung juga keluarga besar serta teman-teman semua. Terima kasih kepada Google dan juga Sharing Informasi + Jeparadise Blog + komunitas Nur Huda + Jeparadise Blog, semoga ilmu yang ada diweb ini bermanfaat untuk semuanya.

    Download